Selasa, 30 April 2013

TEKNIK MELATIH AYAM BANGKOK


                Biasanya diberikan beberapa Training dalam 30 hari, training yang harus diberikan adalah senam pagi antara jam 7 – 8 untuk melatih dan melenturkan otot.
1.       TRAINING PAHA DAN LUTUT
Dengan cara, memegang bagian pangkal ekor (kibul) ayam, kemudian di angkat sedikit, hingga ayam berlari di tempat.
2.       TRAINING LEHER
Dengan cara memutar leher ayam dengan tangan ke kiri dan ke kanan masing-masing 30 putaran, adapun cara melakuannya sebagai berikut:
a.        Badan Ayam di kempit (dekap) dengan tangan kiri sambil memegang pangal leher ayam.
b.       Tangan kanan memegang lak-lakannya, atau  bisa juga palanya (yang penting jangan sampai mencekiknya).
c.        Kemudian putarlah perlahan-lahan ke kiri dan ke kanan, masing-masing 30 putaran.
3.       TRAINING PUTAR LEHER
Dengan cara memutar ayam ke kiri dan ke kanan masing-masing 30 putaran, caranya: Taruh lengan tangan pelatih ke pangkal leher ayam lalu putarlah, maka ayam akan terlihat seperti melawan dorongan/putaran tangan si pelatih.
4.       TRAINING SAYAP JANTUR
Dengan cara tangan kiri memegang dada dan tangan kanan memegang kibul, kemudian angkat secara bersama’an (jangan terlalu tinggi), tangan kiri mengangkat ke atas, tangan kanan menyentak ke arah depan, maa ayam akan terlihat seperti memukul sambil mengepakan sayapnya. Lakukan training ini sebanyak 30x janturan.
5.       TRAINING KAKI
Dengan cara menekan punggung ayam ke bawah dan memiarkan ayam berjalan dengan mendongko, jika ayam tidak mau berjalan maka si pelatih harus mendorongnya agar mau berjalan. Lakukan training ini selama  ±5 – 7 menit.
6.       TRAINING PERTAHANAN KAKI
Dengan cara mengangkat aya setinggi pundak pelatih (posisi pelatih dalam keada’an jongkok), cara mengangkat ayam:
a.        Tangan kiri si pelatih memegang bagian dada ayam.
b.       Tangan kanan si pelatih memegang bagian pantan (jari telunjuk dan ibu jari/jempol melingkari kibul ayam).
c.        Angkatlah ayam ke atas setinggi pundak pelatih bagian kiri.
d.       Lalu dengan perlahan, lemparkanlah ayam ke tanah ke posisi bagian kanan pelatih.
Dari training  ini kita dapat melihat kekuatan pertahanan ayam sa’at mendarat ketika berambung/besimprat dengan lawan. Lakukan training ini sebanyak 30x lemparan.
7.       TRAINING LARI TEHNIK
Dengan cara, tangan kanan si pelatih memegang bagian kibul (pangkal ekor) ayam, di mulai dari posisi kanan,  ayam di dorong ke arah kiri, maka ayam akan lari, ketika sampai ke posisi kiri, tangan kiri si pelatih dengan segera memutar balik arah kepala ayam, agar lari ayam kembali ketempat semula, lakukan lah yang sama, ketia ayam telah kembali ke tempat awal lari (kiri dan kanan), buat jalur putaran lari seperti membentuk angka “ 8 , lakuan training ini sebanyak 30x putaran.
8.       TRAINING PAHA DAN BADAN
Posisi si pelatih dalam keada’an nongkrong atau jongkok, tangan kanan si pelatih memegang bagian samping dada atau bawah ketiak. Dimulai dari posisi sebelah kanan, semparlah ayam ke sebelah kiri (ayam akan lari menyamping), lalu terima dengan tangan kiri dan kemudian semparkan kembali ke kanan, lakukan training ini sebanya 30x semparan. Catatan, jangan sampai pangkal paha ayam terena tekanan/sentuhan keras dari salah satu jari tagan si pelatih, arna bisa menyebabkan ayam sakit sa’at berjalan.
Setelah training selesai, ayam di lepas untuk melemaskan otot-ototnya selama 5 menit, kemudian ayam di korokin untuk membersihkan lendiran dahak/riak yang ada di tenggorokannya, adapun alat untuk korokannya adalah bulu ayam yang agak panjang dan lemas (tidak kasar dan kaku/tajam, biasanya terdapat pada bulu ekor ayam betina), setelah pengorokan selesai, basuh bagian bagian-bagian tertentu dengan air Menciduk airnya dengan menggunakan spoon atau kapas, adapun bagian-bagian yang di basuh adalah:
1.       Pantat (dubur) dan sekitarnya.
2.       Lutut kiri dan kanan.
3.       Ketiak kiri dan kanan.
4.       Dada.
5.       Leher.
Setelah semuanya selesai, maka lepaskan sebentar kurang lebih 3 menit. Setelah itu berilah makan sedikit, (±1 sendo makan) dan minuman 3 tegukan. Setelah semuanya selesai lalu jemurlah 2 atau 2,5 jam. Setelah penjemuran selesai maka angkat/pindahkan ke tempat teduh, diamkan beberapa sa’at 10 menit) lalu di basuh dengan air, dimulai dari mengilik (korok) tenggorokannya dengan bulu ayam yang lembut dan panjang, tujuannya untuk mengeluarkan lendiran riak yang ada didalam tenggorokannya, dan dilanjutkan dengan membasuh dubur dan seitarnya, lalu bagian lutut, terus ketiak iri anan, dada dan leher.. Sekitar jam 11:00, berilah makan. Pada jam 1 siang umbarlah hingga jam ½ 5 sore. Setelah pengumbaran maka kurungkan kembali untuk di beri TRAINING LARI, adapun training lari ini menggunaan ayam untulan, caranya:
Masukan ayam yang menjadi untulan ke dalam kurungan yang kecil, kemudian, masukan kurungan kecil tadi ke dalam kurungan yang ukurannya lebih besar, setelah itu biarkan ayam jago yg akan di training mengitari kurungan tadi hingga ayam akan berlarian mencari lubang untuk menemukan ayam untulan. Lakukan training ini  ±10-20 menit.
setelah training lari selesai lalu lepaskanlah untuk mengendorkan otot-ototnya selama ± 5 menit, kemudian dikorokan kembali tenggorokannya untuk mengeluarkan riaknya, dan berilah makan sekenyangnya, jika sudah selesai makan maka bersihkan kakinya lalu di kandangkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar