Minggu, 03 Februari 2013

TELUR AYAM BANGKOK


Telur ayam bangkok dapat ditetaskan melalui beberapa cara, yaitu melalui induknya sendiri, mesin tetas atau juga menggunakan entok yang sedang mengeram. Biasanya saya juga menggunakan ayam kampung biasa yang diambil telurnya digantikan dengan telur ayam bangkok. Sebelum ditetaskan, telur-telur yang hendak ditetaskan diseleksi terlebih dahulu. Adapun kriteria pemilihan telur tetas yang baik antara lain sebagai berikut:
  1. Asal telur yang akan ditetaskan (asal-usul induk)
    Ransum yang diberikan pada induk betina harus betul-betul baik dan kandungan zat-zat makanan yang diberikan jumlahnya cukup. Pilihlah induk yang mempunyai produksi telur yang tinggi, sebab biasanya ayam dengan sifat ini mempunyai daya tetas telur yang tinggi. Hindari pemilihan induk yang masih terlalu muda atau terlalu tua. Sebagai pedoman, umur ideal bagi induk yang telurnya ditetaskan adalah 1-1,5 tahun. telur diusahakan dari induk yang betul-betul sehat dan tidak dalam keadaan terserang penyakit. Beberapa penyakit ayam seperti pullorum (berak kapur) dan CRD( Chronic Respiratory Disease) dapat menular melalui telur tetas, sehingga begitu anak ayam menetasa sudah mengidap penyakit.
  2. Bentuk dan ukuran telur
    Bentuk dan ukuran telur tetas yang baik adalah oval, yakni ujung yang satu kelihatan runcing dan ujung yang lain tumpul. Jangan memilih telur yang cenderungbulat maupun terlalu lonjong. Perbandingan antara lebar dan panjang telur yang baik sekitar 6:8 atau sebesar 75%, angka ini sering disebut dengan indeks telur. Para ahli mengatakan bahwa indeks telur sangat berpengaruh bahwa indeks telur sangat berpengaruh terhadap daya tetas.
  3. Keadaan telur
    Telur tetas hendaknya dalam keadaan bersih dan kerabangnya benar-benar bebas dari segala kotoran yang menempel. Telur yang kotor dapat dibersihkan dengan kapas yang dibasahi alkhohol 70%, sewaktu membersihkan perlu dijaga supaya kerabang jangan sampai retak. Hal ini perlu diperhatikan perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh, sebabtelur yang retak tidak dapat ditetaskan.
  4. Penyimpanan
    Apabila jumlah telur yang akan ditetaskan cukup banyak, khususnya bagi peternak yang menggunakan mesin tetas, masalah penyimpanan perlu diperhatikan. Telur tetas sebaiknya disimpan dalam posisi ujung tumpul diatas. Penyimpanan yang kurang baik dapat juga menyebabkan telur-telur yang akan ditetaskan menjadi rusak. Umur telur tetas diusahakan tidak lebih dari 12 hari sejak dikeluarkan dari kloaka, sebab apabila terlalu apabila terlalu lama disimpan akan mengurangi daya tetas, bahkan penyimpanan lebih dari empat minggu akan menyebabkan telur-telur tidak menetas sama sekali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar